Dianggap Sebabkan Gejala Ringan, Pakar Ingatkan Masyarakat Tetap Waspada dengan Subvarian XBB

Subvarian terbaru dari Omicron yaitu XBB disebut sebut memberikan dampak gejala yang lebih ringan dibandingkan dengan varian sebelumnya. Namun, Peneliti Keamanan dan Ketahanan Kesehatan Global Dicky Budiman, menekankan untuk tetap waspada. Ada beberapa hal kenapa kewaspadaan tetap dilakukan.

Salah satunya karena masih ditemukan kasus kematian. Apa lagi, kemunculan kasus XBB muncul di saat cakupan vaksinasi booster masih sangat terbatas. Bahkan kata Dicky, cakupan booster Indonesia masih jauh lebih rendah dibandingkan Singapura.

Hal lain yang perlu diwaspadai adalah karakter dari XBB yang memiliki kemampuan infeksi lebih mudah. Subvarian ini lebih efektif menerobos pertahanan tubuh, meski sudah melakukan booster sekali pun. Terutama, kata Dicky jika orang yang walau di usia muda sudah terinfeksi berkali kali.

Posisi ini, kata Dicky lebih rawan karena memiliki posisi yang bisa sama dengan orang lanjut usia dan komorbid. "Karena orang yang berkali kali terinfeksi menurun daya tahan tubuhnya, riset mengatakan seperti itu," paparnya lagi. Situasi ini, kata Dicky ada potensi peningkatan kasus kematian ketika modal imunitas vaksinasi booster terlambat dilakukan.

Related Posts

Sebaran Kasus Aktif Covid-19, 20 Mei 2022: DKI Jakarta Terbanyak Catat 778 Kasus Aktif

Simak data sebaran kasus aktif Covid 19 di 34 provinsi di Indonesia, Jumat (20/5/2022). Diketahui, kasus baru Covid 19 di Indonesia bertambah 250 pasien pada Jumat ini….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *